Permasalahan air tanah, sungai, dan danau
Senin, 04 Mei 2020
Permasalahan dan solusi pada air tanah, sungai, dan danau
1. Permasalahan pada air tanah
Permasalahan pada air tanah, Kerusakan sumber daya air tanah, terutama air tanah dalam tidak dapat dipisahkan dari kerusakan di sekitarnya seperti kerusakan lahan, vegetasi dan tekanan penduduk. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dalam memengaruhi ketersediaan sumber air. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya permasalahan adalah:
-Pertumbuhan industri yang pesat di suatu kawasan disertai dengan pertumbuhan pemukiman penduduk akan menimbulkan kecenderungan kenaikan permintaan air tanah.
-Pemakaian air beragam sehingga berbeda dalam kepentingan, maksud serta cara memperoleh sumber air.
-Perlu perubahan sikap sebagian besar masyarakat yang cenderung boros dalam pengggunaan air serta melalaikan unsur konservasi.
Faktor-faktor tersebut membuat ketersediaan air tanah dalam terutama di daerah urban atau dataran rendah menurun drastis akibat marak nya pengeboran sumur untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri, seperti di Jakarta yang dulu nya air tanha dapat ditemukan di kedalaman 20m sekarang air baru ditemukan di kedalaman 40-50m dibawah permukaan tanah.
Solusi: solusi nya adalah pengurangan penggunaan air tanah atau konservasi air tanah, salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan membuat sumur resapan, sumur resapan dibuat di pekarangan rumah dengan menggali sumur di permukaan tanah untuk masuk nya air hujan ke dalam tanah. Yang kedua adalah dengan membuat wilayah resapan, di wilayah urban untuk menemukan lahan yang tidak ditutupi beton atau aspal sudah sulit, air hujan hanya terbuang mengalir dan tidak bisa di serap oleh tanah, oleh sebab itu dengan membuat lahan terbukan untuk menampung dan membiarkan air hujan menyerap ke dalam tanah.
2. Permasalahan pada sungai
Permasalahan pada sungai ini diakibatkan oleh daerah aliran sungai (DAS) itu sendiri. Kita ambil contoh dengan permasalahan pencemaran air sungai di Jakarta, permasalahan sungai di Jakarta sudah terjadi dari sejak zaman sunda kelapa, pencemaran yang terjadi diakibatkan banyak nya limbah industri yang sedang berkembang pesat dari dulu, maupun limbah rumah tangga yang dari dulu sudah membuang limbah nya ke sungai terutama yang tinggal di pinggiran sungai. Selain itu juga terjadi penyempitan badan sungai yang membuat saya tampung sungai menjadi berkurang, dan pada zaman-zaman setelah nya juga terjadi permasalahan yang berasal dari Hulu Sungai yaitu dengan pengguna lahan yang awal nya adalah hutan dengan pepohonan yang dapat menahan tanah agar tidak tergerus air dan terbawa, namun lahan tersebut diubah menjadi perkebunan teh yang tidak dapat menahan tanah dan membuat tanah terbawa air dan mengendap di dasar sungai yang membuat pendangkalan dan membuat daya tampung nya berkurang. Dua masalah itu yang menyebabkan banjir di Jakarta dan sekitarnya selama ini.
Solusi: solusi yang paling tepat adalah yang pertama tidak membuang limbah kesungai lagi, rumah tangga dan industri diharapkan dapat mengurangi limbah yang mereka buang kesungai, karna jika tidak pencemaran akan semakin memburuk dan akhirnya sungai tidak dapat di gunakan untuk konsumsi maupun sebagai ekosistem alami. Yang kedua adalah penataan daerah aliran sungai, terutama dengan lahan pinggiran sungai yang di gunakan untuk pemukiman, harus adanya penataan agar lebar badan sungai menjadi seperti semula dan dapat menambah daya tampung sungai.
3. Permasalahan pada danau
Permasalahan yang terjadi diwilayah danau yaitu pencemaran air dan ekosistem nya, danau danau di Indonesia biasa nya danau tektonik dan vulkanik yang daerah pinggir nya merupakan hutan maupun wilayah pertanian. Permasalahan danau berasal dari daerah pinggir danau tersebut seperti banyak penebangan pohon di hutan pinggiran danau yang mengakibatkan berkurangnya nya pohon untuk menahan tanah, dah akibatnya banyak tanah yang terbuang ke dalam danau dan terjadilah pendangkalan danau. Selain itu jika pinggiran nya adalah pertanian, banyak pertanian yang menggunakan zat kimia dan juga pupuk yang akhirnya terbawa aliran air dan mencemari danau, zat kimia dapat membunuh ekosistem danau dan pupuk dapat membuat alga dan eceng gondok sumbur di permukaan danau dan membuat cahaya matahari tidak masuk kedalam danau. Yang terakhir penggunaan wilayah danau yang terlalu banyak, seperti ternak ikan di danau dengan metode tambak di tengah danau yang limbah nya dapat mencemari ekosistem danau itu sendiri, yang penggunaan air danau yang terlalu banyak membuat danau tersebut kering, dan yang terakhir yaitu penggunaan wilayah danau sebagai objek wisata yang berlebihan dan merusak wilayah danau
Solusi: untuk wilayah pinggir danau terutama hutan harus ada tindakan tegas pemerintah terhadap banyak nya penebangan yang terjadi, untuk wilyah pinggiran yang merupakan pertanian pengurangan penggunaan zat kimia berbahaya untuk tanaman yang selain berbahaya untuk konsumsi pertanian tersebut juga untik ekosistem danau. Dan untuk penggunaan wilayah danau yang berlebihan solusi yang palimg tepat menurut saya adalah dengan mengubah wilayah danau menjadi taman nasional atau wilayah konservasi dengan itu danau tersebut dapat dengan sendirinya kembali seperti semula
Langganan:
Komentar (Atom)